Jumat, Desember 27, 2013

Kesesatan kitab berzanj - kajianku ke 5

Ia bertentangan dengan  hadis:  

إِنَّ أَوَّلَ مَا خَلَقَ اللهُ اْلقَلَمَ فَقَالَ لَهُ اُكْتُبْ قَالَ رَبِّ وَمَاذَا أَكْتُبُ قَالَ اُكْتُبْ مَقَادِيْرَ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّى تَقُوْمَ السَّاعَةُ)). رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ وَالتِّرْمِذِي.
Sesungguhnya permulaan mahluk Allah adalah pena, lalu Allah berfirman:  Tulislah. Pena berkata:  Wahai Tuhanku ! Apa yang ku tulis ?
Allah berfirman:  Takdir segala sesuatu  hingga  kiamat terjadi.
HR Abu Dawud dan Tirmidzi.
Ia mirip dengan perkataan pengarang Dalailul khoirat sbb:  

الّلهُمَّ صَلِّ عَلَى مَنْ تَفَتَّقَتْ مِنْ نُوْرِهِ اْلأَزْهَارُ...الَّلهُمَّ صَلِّ عَلَى مَنْ اخْضَرَّتْ مِنْ بَقِيَّةِ وُضُوْئِهِ اْلأَشْجَارُ, الَّلهُمَّ صَلِّ عَلَى مَنْ فَاضَتْ مِنْ نُوْرِهِ جَمِيْعُ اْلأَنْوَارُ
Ya Allah ! Berilah rahmat dan salam kepada orang yang karena cahayanya bunga terbelah ( asalnya kuncup lalu dengan cahaya Muhammad bunga itu berkembang ). Ya Allah berilah rahmat dan salam kepada orang yang sebab air wudlunya  pepohonan menghijau. Ya Allah ! Berilah rahmat dan salam kepada  orang yang beberapa cahaya bisa memancar karena cahayanya.
Perkataan pengarang:  
مَنْ فَاضَتْ مِنْ نُوْرِهِ جَمِيْعُ اْلأَنْوَارُ
  orang yang beberapa cahaya bisa memancar karena cahayanya.
.إِنْسَانِ عَيْنِ اْلوُجُوْدِ, وَالسَّبَبِ فِي كُلِّ مَوْجُوْدٍ
Muhammad manusia hakikat wujud dan sebab bagi segala mahluk.

Komentarku ( Mahrus ali ):
Itulah kekeliruan yang telah di jumpai banyak kaum dahulu yang menyatakan bahwa bukan Allah sebagai sebab segala sesuatu ada di dunia tapi Muhammad ,. Ini sama dengan menjadi Muhammad , sebagai sekutu Allah dan bertentangan dengan ayat:  
Allah berfirman:  
لاَ شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ
tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)”.[1]

Juga dengan hadis sbb:  
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ أَنْجَزَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ اْلأَحْزَابَ وَحْدَهُ

Tiada Tuhan selain  Allah Yang  Maha Esa, tiada sekutu bagiNya. Dia memiliki kerajaan dan pujaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tiada Tuhan selain  Allah Yang  Maha Esa . Dia yang melaksanakan janjiNya, membela  hambaNya  dan mencerai beraikan  musuh dengan sendiriNya. [2]

Atau juga mirip dengan perkataan pengarang burdah sbb:  
فَاقَ النَّبِيِّيْنَ فِي خَلْقٍ وَفِي خُلُقٍ   وَلَمْ يُدَانُوْهُ فِي عِلْمٍ وَلاَ كَرَمٍ
وَكُلُّهُمْ مِنْ رَسُوْلِ اللهِ مُلْتَمِسٌ   غَرْفاً مِنَ الْبَحْرِ أَوْ رَشْفاً مِنَ الدِّيَمِ
Muhammad telah melebihi para nabi baik dalam ciptaan atau ahlaknya, mereka tidak akan mendekati Rasulullah SAW  baik dalam ilmu atau kedermawanan.
Doktor Abd  Aziz Muhammad Alu Abd Lathif   berkata:  
Seluruh nabi – nabi yang terdahulu telah mengambil berkah dari pemungkas para nabi  dan Rasul yaitu Muhammad SAW. Jadi orang yang terdahulu minta berkah kepada orang yang setelahnya.
Bersambung .................
Mau nanya hubungi kami:
088803080803.( Smartfren) 081935056529 ( XL )

Dengarkan pengajian - pengajianku

Alamat rumah: Tambak sumur 36 RT 1 RW1 Waru Sidoarjo. Jatim.

[1] Al an`am 163
[2] HR Muslim 1218
Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan