Selasa, Desember 24, 2013

Rasulullah SAW melakukan salat tanpa kopyah haji - kajianku ke 1

 Pertanyaan dari Abu Alawiyah Garut
Terima kasih sebelumnya.. Soa'lnya yang ana jadikan sandaran selama ini dalam ketsiqohan mungkin yang pertama pa kyai.. Ana sangat ingin mengaji mulazamah sama pa kyai di sidoarjo, tapi setelah berkeluarga seperti ini susah.. Mudah2an kelak Alloh memberikan jalannya.. Aamiin..

Nggak tau kenapa pa kyai anehnya ana merasa cocok sama pa kyai.. Mudah2an pa kyai tidak melupakan ana, bahwa ana adalah salah satu di antara murid pa kyai.. Tidak henti2nya ana minta do'a dari pa kyai.. Nama asli ana adalah adi hikmat bin abdul hamid..

Saya jawab: Ya Allah berikan hidayahMU kepada Adi hikmat bin Abd Hamid.


Taqobalallohu minnaa wa minkum..
Senin 12:44

Assalamu 'alaikum wa rohmatulloh, ustadz afw ana mau tanya : (1) bagaimana hukum memakai peci apakah sunnah atau tidak ? (2) seandainya memakai peci itu adat, maka manakah yang lebih baik memakai peci atau tidak (3) bolehkah ana mengcopas sebagian artikel2 ustadz, karena ana memandang artikel2 ustadz sangat berfaidah, untuk di bagikan di media fb (4) ana mohon nasihat dan do'a pembuka rizki dalam dunia usaha mengingat ana sekarang mulai membuka toko, dan juga do'anya ustadz agar toko herbal ana mendapatkan keberkahan .. Barokallohu fiik ..
Senin 18:03
Wss. Memakai peci itu tiada dalillnya, dan saya sendiri tidak mengenakannya . Kalo artikel saya di copas silahkan. Ya Allah berilah berkah kepada Abu Muawiyah dan berilah hidayah ke jalan yang lurus padanya ........ amin.

Aamiin, afw ustadz, bukan abu mu'awiyah tapi abu alawiyah, na'am ustadz itulah yg menjadi kebimbangan ana, ana mengenal ustadz sebagai orang yang berpegang teguh dengan al haq, tanpa mempedulikan golongan, tetapi ana melihat ustadz di gambar tidak memakai peci, itu yg menjadi kebimbangan ana, ana berkeyakinan tidaklah mungkin ustadz meninggalkan sesuatu kecuali mempunyai sesuatu yang lebih utama, dan terus terang ana dalam berpakaian sedikit banyak mengikuti ustadz, dan ana pun sudah menanggalkan peci, tetapi dalam hati ana ada sesuatu, kalo bisa ustadz membahasnya tentang hukum peci, dan bagaimana keadaan Rosululloh .. Jazzakalloh khoiron katsiro atas izinnya ustadz ..
Komentarku ( Mahrus ali): 
Salat dengan satu kain sarung 
Ummu Hani` berkata:
ذَهَبْتُ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى الله  عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَامَ الْفَتْحِ فَوَجَدْتُهُ يَغْتَسِلُ وَفَاطِمَةُ ابْنَتُهُ تَسْتُرُهُ قَالَتْ فَسَلَّمْتُ عَلَيْهِ فَقَالَ مَنْ هَذِهِ فَقُلْتُ أَنَا أُمُّ هَانِئٍ بِنْتُ أَبِي طَالِبٍ فَقَالَ مَرْحَبًا بِأُمِّ هَانِئٍ فَلَمَّا فَرَغَ مِنْ غُسْلِهِ قَامَ فَصَلَّى ثَمَانِيَ رَكَعَاتٍ مُلْتَحِفًا فِي ثَوْبٍ وَاحِدٍ فَلَمَّا انْصَرَفَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ زَعَمَ ابْنُ أُمِّي أَنَّهُ قَاتِلٌ رَجُلًا قَدْ أَجَرْتُهُ فُلَانَ ابْنَ هُبَيْرَةَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى الله  عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ أَجَرْنَا مَنْ أَجَرْتِ يَا أُمَّ هَانِئٍ قَالَتْ أُمُّ هَانِئٍ وَذَاكَ ضُحًى *

Ummu Hani` binti Abd Muttholib berkata  :
Aku mendatangi Rasulullah SAW pada tahun penaklukan kota Mekkah, aku menjumpai beliau mandi dan putrinya Fathimah menutupinya .
Ummu Hani` berkata : “ Aku membaca salam untuknya “.
Beliau bertanya  : “ Siapakah ini ? “.
Aku berkata :” Ummu Hani` binti Abu Tholib “.
Beliau berkata : “ Selamat datang dengan Ummu Hani` “.
Ketika selesai mandi, beliau berdiri, lalu melakukan salat delapan rakaat dengan berkemul satu kain sarung .
Ketika selesai, aku berkata: Wahai Rasulullah! Anak ibuku berpendapat akan membunuh seorang lelaki yang telah ku lindungi  yaitu fulan bin Hubairah “.
Rasulullah saw bersabda : “ Sungguh kami  akan melindungi orang yang telah kamu lindungi wahai Ummu Hani` “.
Ummu Hani` berkata : Saat itu waktu dhuha “. [1]
Ummu Hani`  berkata dalam riwayat lain :
مَا رَأَيْتُهُ صَلَّى صَلاَةً قَطُّ أَخَفَّ أَنَّهُ كَانَ يُتِمُّ الرُّكُوْعَ وَالسُّجُوْدَ
Aku tidak mengetahui salat yang lebih cepat dari padanya, hanya saja  melakukan ruku` dan sujud dengan sempurna [2]
 لَا أَدْرِي أَقِيَامُهُ فِيْهَا أَطْوَلُ أَمْ رُكُوْعُهُ أَمْ سُجُوْدُهُ كُلُّ ذَلِكَ مِنْهُ مُتَقَارِبٌ قَالَتْ فَلَمْ أَرَهُ سَبَّحَهَا قَبْلُ وَلَا بَعْدُ ,
Aku tidak tahu apakah berdirinya Rasulullah saw ruku` atau sujudnya yang lebih panjang . Seluruhnya itu  mirip . Ummu Hani` berkata : Aku tidak melihat  Rasulullah saw melakukan  salat dhuha itu sebelum atau sesudahnya [3]
عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ قَالَ كَانَ رِجَالٌ يُصَلُّونَ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَاقِدِينَ أُزْرَهُمْ كَهَيْئَةِ الصِّبْيَانِ فَقِيلَ لِلنِّسَاءِ لَا تَرْفَعْنَ رُءُوسَكُنَّ حَتَّى يَسْتَوِيَ الرِّجَالُ جُلُوسًا *
Dari Sahal bin Sa`ad berkata: Beberapa lelaki melakukan salat bersama Rasulullah saw dengan mengikat sarungnya ( di lehernya) seperti anak – anak kecil. Di katakan kepada perempuan – perempuan : Jangan mengangkat kepala – kepalamu sekalian hingga kaum lelaki telah duduk [4]  Hadis lemah karena  perawi bernama Sofyan yang suka menyelinapkan perawi lemah.
مَرْتَبَتُهُ عِنْدَ ابْنِ حَجَرَ : ثِقَةٌ حَافِظٌ فَقِيْهٌ عَاِبدٌ إِمَامٌ حُجَّةٌ ، وَكَانَ رُبَّمَا دَلَّسَ
Derajat Sofyan Ats tsauri  menurut Ibnu Hajar adalah perawi terpercaya,hafizh ,fakih ,ahli ibadah,imam dan hujjah tapi terkadang menyelinapkan perawi lemah.
وَ قَالَ ابْنُ الْمُبَارَكِ : حَدَّثَ سُفْيَانُ بِحَدِيْثٍ ، فَجِئْتُهُ وَ هُوَ يُدَلِّسُهُ ، فَلَمَّا َرآنِى اِسْتَحْيَى .
Ibnul Mubarak berkata: Sofyan menyampaikan suatu hadis, aku datang kepadanya lalu dia menambahi hadis. Ketika melihat aku maka dia malu . [5]
Menurut riwayat Bukhori ada tambahan kalimat sbb:
………….وَهُمْ عَاقِدُوا أُزْرِهِمْ مِنَ الصِّغَرِ عَلَى رِقَابِهِمْ
Mereka mengikat sarungnya di leher karena kecil [6] Lemah karena perawi bernama Muhammad bin Katsir , derajatnya sbb:
مَرْتَبَتُهُ عِنْدَ ابْنِ حَجَرَ : ثِقَةٌ لَمْ يُصِبْ مِنْ ضُعْفِهِ
Derajatnya menurut Ibnu Hajar : Dia perawi terpercaya tidak benar karena lemahnya.
Sedang Adz Dzahabi tidak kenal kepadanya[7]
قَالَ لَنَا يَحْيَى بْنِ مَعِيْنٍ : لاَ تَكْتُبوُا عَنْهُ ، وَقَالَ : لَمْ  يَكُنْ بِالثِّقَةِ
Yahya bin Main berkata: Jangan menulis hadis dari Muhammad bin Katsir. Dia tidak bisa dipercaya.  Selain itu ada sofyan Aty tsauri yang suka menyelinapkan perawi lemah.

Menurut hadis lemah tsb para sahabat juga menjalankan salat dengan menggunakan sarung saja lalu diikatkan kepada leher mereka  tanpa menggunakan kopyah haji.

Dari Abu Hurairah ra berkata:
قَامَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَسَأَلَهُ عَنْ الصَّلَاةِ فِي الثَّوْبِ الْوَاحِدِ فَقَالَ أَوَكُلُّكُمْ يَجِدُ ثَوْبَيْنِ
Seorang lelaki berdiri kepada Nabi SAW , lalu bertanya tentang salat dengan sehelai kain.
Rasulullah SAW  bersabda: Apakah seluruh kalian punya dua  kain ? ".[8] Jadi pakaian mereka adakalanya sarung saja ya`ni kain yang dibalutkan ke tubuh sebagai sarung , dan adakalanya selindang dan sarung  tanpa kopyah haji

Bersambung ……………
Mau nanya hubungi kami:
088803080803.( Smartfren) 081935056529 ( XL )

Dengarkan pengajian - pengajianku

Alamat rumah: Tambak sumur 36 RT 1 RW1 Waru Sidoarjo. Jatim.



[1] Muttafaq alaih, Bukhori 357 Al  Mustadrak alas sahihain  49/4   Al  musnad almustakhroj ala sahihi uslim 315/2  Musnad Abu Awanah 292/4 Sunan Kubro 209/5  Mushonnaf Ibnu Abi Syaibah  510/6 Syarah Ma`aanil Atsar 323/3  Musnad Humaidi  158/ 1 Al Aahad wal matsaani  407/29
[2] Sahih Muslim 497/1
[3]  Sahih Muslim 498 /1
[4] HR Nasai 766. Sanad hadis sbb:  Bercerita kepada kami  Ubaidsillah bin Said, bercerita kepada kami  Yahya  dari Sofyan, bercerita kepada kami  Abu Hazim dari Sahal bin Said
[5] Mausuah ruwatil hadis  2445
[6] HR Bukhori 814, Imam Muslim juga meriwayatkan di nomer 441 tapi dari jalurSofyan Ats tsauri juga.
[7] Mausuah ruwatil hadis  6252
[8] HR Bukhori 365 sahih .

Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan