Selasa, Desember 24, 2013

Zakat untuk nenek dan kakek

SMS  dari Jombang
Assalamu'alaikum,,perkenalkan nama saya samsul dr jombang..mau tanya tadz
,,kl zakat mal diberikan kepada nenek/kakek saya yg sudah lansia apa boleh?,
kl diberikan masjid apa juga bisa.? Mohon keterangan nya dr alqur'an+al hadits
. Jazakallah khairan katsir.
Saya jawab:
wss  boleh  keduanya  . lihat  tobat  60 

Saya kutip artikel sbb:

Hukum Menyerahkan Zakat Kepada Saudara Kandung atau Paman
Soal: Bolehkah menyerahkan zakat kepada saudara kandung yang membutuhkan (miskin, punya pekerjaan namun penghasilannya tidak mencukupi) dan bolehkah menyerahkan zakat tersebut kepada paman yang miskin? Apakah boleh seorang wanita menyerahkan zakat hartanya kepada saudaranya laki-laki atau perempuan atau kepada pamannya?
Jawab: Tidak masalah seorang menyerahkan zakatnya kepada saudara, paman atau bibi yang fakir, saudara lelaki maupun perempuan. Demikian juga boleh menyerahkannya kepada segenap kerabat yang fakir berdasarkan dalil-dalil umum. Bahkan menyerahkan zakat kepada kaum kerabat terhitung sedekah dan penyambungan tali silaturahim. Dan berdasarkan sabda nabi shallallahu 'alaihi wasallam: “Bersedekah kepada fakir miskin hanya terhitung sedekah, namun bersedekah kepada kerabat terhitung sedekah dan penyambungan tali silaturrahim”. Kecuali kedua orang tua, termasuk kakek nenek dan seterusnya, anak lelaki maupun perempuan serta cucu dan seterusnya, ia tidak boleh menyerahkan zakat kepada mereka. Meskipun mereka fakir. Namun kewajibannya terhadap mereka adalah memberi nafkah kepada mereka dari hartanya jika ia sanggup dan tidak ada orang yang lain menanggung nafkah mereka kecuali dia seorang. (Syaikh Ibnu Baz)

Mazhab Imam Malik dan Syafi’i melarang pemberian zakat mal kepada orang tua yang menjadi tanggung jawabnya dalam mencukupi rezkinya (termasuk juga kelompok ini yaitu orang yang tidak berhak menerima zakat tersebut misalnya anak dan istri). Jumhur ulama juga menjelaskan ada kategori siapa saja orang-orang yang tidak boleh menerima zakat di antaranya bapak, ibu atau kakek, nenek hingga ke atas atau anak-anak hingga ke bawah atau isteri dari orang yang mengeluarkan zakat, karena nafkah mereka di bawah tanggung jawab kita sebagai anak/menantu. Rasulullah Saw bersabda: “Kamu dan hartamu itu untuk ayahmu” (HR. Ahmad dari Anas bin Syu’aib)
Komentarku ( Mahrus ali): 
Hadis  “Kamu dan hartamu itu untuk ayahmu” (HR. Ahmad dari Anas bin Syu’aib)
 ......., itu di sahihkan oleh al bani  dalam kitab Misykat al mashabih sbb;


مشكاة المصابيح - (ج 2 / ص 263)
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمِنْهَالِ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ زُرَيْعٍ حَدَّثَنَا حَبِيبٌ الْمُعَلِّمُ عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ أَنَّ رَجُلًا أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ لِي مَالًا وَوَلَدًا وَإِنَّ وَالِدِي يَحْتَاجُ مَالِي قَالَ أَنْتَ وَمَالُكَ لِوَالِدِكَ إِنَّ أَوْلَادَكُمْ مِنْ أَطْيَبِ كَسْبِكُمْ فَكُلُوا مِنْ كَسْبِ أَوْلَادِكُمْ . رواه أبو داود وابن ماجه
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Minhal telah menceritakan kepada kami Yazid bin Zurai' telah menceritakan kepada kami Habib Al Mu'allim dari 'Amru bin Syu'aib dari Ayahnya dari Kakeknya bahwa seorang laki-laki datang kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan berkata, "Wahai Rasulullah, saya memiliki harta dan anak, sementara orang tuaku membutuhkan hartaku?" Beliau bersabda: "Kamu dan hartamu adalah milik orang tuamu, sesungguhnya anak-anak kalian termasuk hasil usaha kalian yang terbaik. Maka makanlah dari usaha anak-anak kalian."

 Sebetulnya hadis tsb untuk  larangan pembagian zakat untuk orang tua yang fakir menurut saya masih kurang tepat.  Hadis tsb tidak di riwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dalam kitab sahihnya. Dan hal ini sebagaian ulama menyatakan  sudah cukup menandakan kelemahannya.
Orang tua yang fakir lebih layak untuk diberi zakat, apalagi kalangan orang tua  banyak yang mandiri dan di tinggal anaknya bersama istri dan keluarganya.
   Saya sendiri sudah punya anak dan cucu, tapi saya sendiri malu mau ikut anak atau biaya hidup yang di tanggung anak. Pada  hal anak – anak saya sudah  berkeluarga. Saya sebagai kakek masih mandiri, malah anak – anak yang kadang – kadang masih membutuhkan bantuan saya. Bila  Saya fakir , mengapa tidak boleh di kasih zakat. Saya berpegangan kepada ayat:
إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ ۖ فَرِيضَةً مِّنَ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ
Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu'allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yuang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Tobat 60
Begitu  juga  ayat:
وَآتِ ذَا الْقُرْبَىٰ حَقَّهُ وَالْمِسْكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَلَا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا
  Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Al isra`  26.
Nenek dan kakek atau  orang tua yang mandiri dan tidak ikut di rumah anak lebih layak diberi sedekah bila fakir.


ورواه عنه الطبراني في الأوسط<صفحة 239> والطحاوي، ورواه البزار عن هشام بن عروة مرسلا وصححه ابن القطان من هذا الوجه،
Hadis “engkau dan hartamu milik ayahmu “ tsb menurut ruwayat Thabrani  hal 239, Thahawi dan Bazzar dari Hisyam bin Urwah mursal ( lemah ) . Ia juga di sahihkan oleh Ibn  Qatthan   dari jalur ini.

وله طرق أخرى عند البيهقي في الدلائل، والطبراني في الأوسط والصغير بسند فيه المكندر ضعفوه عن جابر،
Ia punya jalur lain menurut Baihaqi  dalam kitab Dalail  dan Thabrani  dalam kitab al ausat  dan shaghir dengan sanad yang terdapat perawi bernama al Munkadir  yang dilemahkan  oleh kalangan ulama  dari Jabir.
وقال الدارقطني : تفرد به عيسى بن يونس بن أبي إسحاق كذا في النيل .
Daraquthni berkata:  Hanya Isa bin Yunus  bin Abu Ishak  yang meriwayatkannya , lihat Nail al authar[1]

Dalam kitab al musnadul jami`  dijelaskan sbb:
المسند الجامع - (ج 26 / ص 201)
8- عَنْ شُعَيْبٍ ، عَنْ جَدِّهِ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْروٍ؛
أَنَّ رَجُلاً أَتَى النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم ، فَقَالَ : يَا رَسُولَ اللهِ ، إِنَّ لِي مَالاً وَوَلَدًا ، وَإِنَّ وَالِدِي يَجْتَاحُ مَالِي . قَالَ : أَنْتَ وَمَالُكَ لِوَالِدِكَ ، إِنَّ أَوْلاَدَكُمْ مِنْ أَطْيَبِ كَسْبِكُمْ ، فَكُلُوا مِنْ كَسْبِ أَوْلاَدِكُمْ.
- وفي رواية: جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم . فَقَالَ : إِنَّ أَبِي اجْتَاحَ مَالِي . فَقَالَ: أَنْتَ وَمَالُكَ لأَبِيكَ . وَقَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : إِنَّ أَوْلاَدَكُمْ مِنْ أَطْيَبِ كَسْبِكُمْ ، فَكُلُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ.
أخرجه أحمد 2/179(6678) قال : حدَّثنا يَحيى ، حدَّثنا عُبيد الله بن الأخنس . وفي 2/204(6902) قال : حدَّثنا نصر بن باب ، عن حجاج . وفي 2/214(7001) قال : حدَّثنا عفان ، حدَّثني يزيد بن زريع ، حدَّثنا حَبيب المُعلم . و"أبو داود" 3530 قال : حدَّثنا محمد بن المنهال ، حدَّثنا يزيد بن زريع ، حدَّثنا حبيب المعلم . و"ابن ماجة" 2292 قال : حدَّثنا محمد بن يَحيى ، ويَحيى بن حكيم ، قالا : حدَّثنا يزيد بن هارون ، أنبأنا حجاج.
ثلاثتهم (عُبيد الله بن الأخنس ، وحجاج بن أرْطَاة ، وحبيب المعلم ) عن عَمرو بن شُعيب ، عن أبيه ، فذكره.
* * *
Intinya  hadis tsb  hanya dati  Amar bin Syu`aib  secara sendirian . Ia termasuk tabiin yang yunior , wafat pada tahun 118. [2]
Jadi kebanyakan sahabat sampai mati tidak kenal hadis itu. Di kalangan tabiin saja hanya Amar bin Syu`aib yang tahu, apalagi dikalangan sahabat. Ia  tidak usah dibuat pegangan.

Bila harta anak milik  ayahnya ber arti  ayah boleh mengambil  harta anak tanpa izin dari padanya, Dan ini membingungkan. Dan  juga bikin anak marah.  Bukti bahwa anak juga punya hak milik harta sendiri dan tidak memiliki harta ayahnya, begitu juga ayahnya punya hak milik atas hartanya sendiri dan tidak ikut milik harta anaknya .adalah  orang tua mendapat harta warisan  hanya seper enam ketika anak meninggal dunia dan  anak juga mendapat harta warisan dari orang tua bila meninggal  dunia. Lihat ayat sbb:
يُوصِيكُمُ اللَّهُ فِي أَوْلَادِكُمْ ۖ لِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْأُنثَيَيْنِ ۚ فَإِن كُنَّ نِسَاءً فَوْقَ اثْنَتَيْنِ فَلَهُنَّ ثُلُثَا مَا تَرَكَ ۖ وَإِن كَانَتْ وَاحِدَةً فَلَهَا النِّصْفُ ۚ وَلِأَبَوَيْهِ لِكُلِّ وَاحِدٍ مِّنْهُمَا السُّدُسُ مِمَّا تَرَكَ إِن كَانَ لَهُ وَلَدٌ ۚ فَإِن لَّمْ يَكُن لَّهُ وَلَدٌ وَوَرِثَهُ أَبَوَاهُ فَلِأُمِّهِ الثُّلُثُ ۚ فَإِن كَانَ لَهُ إِخْوَةٌ فَلِأُمِّهِ السُّدُسُ ۚ مِن بَعْدِ وَصِيَّةٍ يُوصِي بِهَا أَوْ دَيْنٍ ۗ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ لَا تَدْرُونَ أَيُّهُمْ أَقْرَبُ لَكُمْ نَفْعًا ۚ فَرِيضَةً مِّنَ اللَّهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيمًا حَكِيمًا
Allah mensyari'atkan bagimu tentang (pembagian pusaka untuk) anak-anakmu. Yaitu: bahagian seorang anak lelaki sama dengan bagahian dua orang anak perempuan; dan jika anak itu semuanya perempuan lebih dari dua, maka bagi mereka dua pertiga dari harta yang ditinggalkan; jika anak perempuan itu seorang saja, maka ia memperoleh separo harta. Dan untuk dua orang ibu-bapa, bagi masing-masingnya seperenam dari harta yang ditinggalkan, jika yang meninggal itu mempunyai anak; jika orang yang meninggal tidak mempunyai anak dan ia diwarisi oleh ibu-bapanya (saja), maka ibunya mendapat sepertiga; jika yang meninggal itu mempunyai beberapa saudara, maka ibunya mendapat seperenam. (Pembagian-pembagian tersebut di atas) sesudah dipenuhi wasiat yang ia buat atau (dan) sesudah dibayar hutangnya. (Tentang) orang tuamu dan anak-anakmu, kamu tidak mengetahui siapa di antara mereka yang lebih dekat (banyak) manfaatnya bagimu. Ini adalah ketetapan dari Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Nisa` 11. 
Mau nanya hubungi kami:
088803080803.( Smartfren) 081935056529 ( XL )

Dengarkan pengajian - pengajianku

Alamat rumah: Tambak sumur 36 RT 1 RW1 Waru Sidoarjo. Jatim.




[1] http://www.ahlalhdeeth.com/vb/showthread.php?t=117754

[2] Mausuat ruwatil hadis   5050
Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan