Rabu, Desember 14, 2011

SMA Negeri I Kebomas Gresik mendidik atau merusak aturan agama



GRESIK | SURYA Online - Heran dan tentu saja bangga. Kesan inilah yang ditunjukkan Kepala Sekolah SMA Negeri I Kebomas Gresik Jawa Timur, Fattah Yasin saat melihat
165 lukisan karya siswa kelas XII dan 327 topeng karya siswa kelas X yang dipamerkan di galeri dan halaman sekolah, Rabu (14/12/2011).
Satu persatu, Fattah memeriksa lukisan yang terpajang di aula yang telah berubah menjadi semacam galeri. Sedangkan karya seni yang lain berupa topeng, tertata apik terpajang ditangga depan kelas.
Fattah Yasin menyatakan untuk siswa yang terlibat dalam pameran itu, akan mendapat award khusus. Sedangkan untuk karya favorit, akan dipilih dengan cara poling pengunjung yautu teman-temannya sendiri. “mereka masing masing diberi angket untuk memberikan penilaian sekaligus kritik,” ujar Fatah Yasin.
Sementara guru mata pelajaran seni rupa, Margiyanto mengatakan, pembuatan topeng dan lukisan ini merupakan penilaian untuk tugas akhir semester. Sedangkan ide pameran merupakan bagian dari pembelajaran untuk menejemen galeri seni, serta upaya sekolah untuk menggugah apresiasi siswa terhadap karya seni.  “Ternyata mereka sudah mampu mengimplementasikan ilmu yang diberikan dalam bentuk lukisan, untuk siswa kelas XII dan topeng untuk siswa kelas X,” ujarnya
Judul asli:

Lukisan dan Topeng Karya Siswa SMAN Kebomas

GRESIK-Mengakhiri tugas belajar akhir semester, siswa-siswi SMA Negeri 1 Kebomas menggelar pameran lukisan dan karya seni topeng di sekolah mereka. "Karya siswa yang dipamerkan ini dinilai sebagai tugas akhir semester," ucap Margiyanto, guru mata pelajaran seni rupa.
Sebanyak 165 lukisan karya siswa kelas XII dan 327 topeng warna-warni yang dibuat siswa kelas X yang dipamerkan di galeri seni sekolah pagi hingga siang tadi. Meski tergolong pemula, namun karya seni anak-anak sekolah itu terbilang bagus, bahkan sebagian di antaranya setara dengan karya seniman di luar.
Pujian juga dilontarkan seniman lukis Gresik, Bambang Sasmita. "Karya anak-anak ini sudah bagus, tampaknya mereka sangat menguasai ilmu pewarnaan yang sudah diajarkan gurunya," puji Bambang yang juga sekretaris Dewan Kesenian Gresik (DKG) usai melihat ajang pameran.
Karena ini merupakan tugas akhir, maka semua siswa memajang hasil karyanya. Meski tak bisa melukis, misalnya, siswa kelas XII tetap diwajibkan berkarya. Mereka bisa memilih melukis abstrak. "Kami cukup menilainya dari ekspresi warna yang ditampilkan serta dinamisasi pencampuran warnanya," ujar Mardiyanto. did

teks : Karya seni topeng siswa SMAN 1 Kebomas dipamerkan, siang tadi (14/12).

Komentarku ( Mahrus ali ):
Lukisan yang di pamerkan adalah jalan menuju pemahatan patung dan berhala yang di larang  bukan jalan yang membuntu siswa untuk membikin berhala dan patung. Ini kekeliruan bukan kebenaran, bukan mendidik kearah yang di ridai oleh Allah tapi membimbing kearah kedurhakaan yang di benci oleh Allah.
Bacalah disini:
20 Okt 2011
Dipajangnya aneka patung di mana-mana terutama di jalan-jalan raya dan tempat-tempat strategis telah meresahkan Ummat Islam. Karena budaya patung itu lekat dengan kemusyrikan dan pemubadziran (pemborosan) ...
19 Sep 2011
Aksi tersebut merupakan akumulasi kekesalan terhadap Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi yang selama ini membandel membangun patung, meskipun berkali-kali diingatkan dan dikecam oleh sejumlah ormas Islam. Suasana ...

10 Mei 2011
Patung garuda terbaru yang bertengger di Istana Merdeka Jakarta adalah buah karya Abdul Rohman, mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Nahdlatul Ulama (STIENU) Jepara. lelaki 21 tahun asal desa Petekeyan RT 11 ...
Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan