Jumat, Desember 30, 2011

Aisyah - istri Rasulullah - di Neraka Jahannam

Syiah Madura Putar Balikkan Fakta

Jumat, 30/12/2011 15:48 WIB | Arsip | Cetak
Tuduhan Tajul Muluk bahwa Sekte Syiah selama ini mendapatkan tekanan dan terror dari umat muslim di Madura, ditampik oleh KH. Ali Karrar. Ulama Kharismatik dari Madura ini mengatakan bahwa fakta itu dibalik oleh Tajul.
“Yang benar mereka (Syiah) yang selalu mengusik ketenangan Sunni. Ibarat ladang, mereka selalu berusaha untuk menanam ladang milik orang lain,” katanya kepada Eramuslim.com, Jum’at (29/12).
Mengenai adanya seratusan pengikut Syiah di Madura, Kyai Ali Karrar mengatakan bahwa mereka pada dasarnya adalah orang tidak faham. Kyai juga mensinyalir ada aliran dana yang digelontorkan Tajul kepada para pengikutnya. “Mereka ini orang enggak ngerti, tapi butuh uang itu,”ujar Kyai Ali.
Para ulama sendiri meminta dengan tegas bahwa tuntutan mereka harus dipenuhi, “Bahwa faham Syiah harus angkat kaki dari Madura,” ujarnya.
“Kami juga meminta aparat untuk menjaga keamanan, tidak saja bicara,” tambahnya yang sempat kecewa mengapa Tajul Muluk masih saja dibiarkan aparat datang ke Madura.
Kyai Ali Karrar menambahkan bahwa perbedaan antara Sunni dan Syiah sudah masuk wilayah ushul. Para pemeluk sekte Syiah tidak bisa mendompleng nama MUI untuk menyatakan bahwa mereka tidak sesat. Karena Ahlusunnah mengakui kekholifahan Abu bakar, Umar dan Utsman. Tapi Syiah sebaliknya.
“Yang kedua, kami Ahlussunah meyakini Al Qur’an yang sudah ada di dunia ini adalah Al Quran yang aseli tidak boleh dikurangi dan ditambahi walau hanya satu huruf. Tapi menurut Syiah Al Qur’an yang ada sekarang ini bukan yang aseli,” pungkasnya. (Pz)
Komentarku ( Mahrus ali ):
  Salut sekali bukan  nentang dengan keputusan ulama Medura sbb:
Para ulama sendiri meminta dengan tegas bahwa tuntutan mereka harus dipenuhi, “Bahwa faham Syiah harus angkat kaki dari Madura,” ujarnya.
       Saya punya filem dlm video ada seorang ulama Syi`ah berdoa agar Allah melaknat Abu Bakar, Umar, Utsman, Aisyah dan Hafshah ( keduanya istri Rasulullah SAW, bukan musuhnya )
     Bahkan ulama  bernama Yasir al Habib yang syi`ah sudah berani menyatakan Aisyah istri Nabi SAW  sekarang di Neraka Jahannam, Lihat di link ini:
http://www.youtube.com/watch?v=yRyqscRd6aY
   Yasir al Habib menyatakan bahwa Aisyah pendusta, jelek ahlaknya, tak punya adab terhadap Rasulullah SAW, perkataan nya  sangat jelek.
  Komentarku ( Mahrus ali ):
   Mana dalilmu dari Al Quran, juga boleh dari hadis  bahwa Aisyah di Neraka Jahannam?. Bila kamu tidak bisa mencarikan dalil, maka perkataanmu itu nonsen belaka, ber arti kamu berpendapat tanpa dalil, dan  ini kedustaan yang harus di hindari bukan kejujuran yang harus di jalankan. Allah berfirman:
قُلْ هَاتُوا بُرْهَانَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ
Katakanlah: "Unjukkanlah bukti kebenaranmu, jika kamu memang orang-orang yang benar".[1]
      Dalam link tersebut juga juga ada keterangan  seorang pemuda yang membaca syair yang menghina, meremehkan Aisyah sebagai istri Rasulullah SAW.  Apakah mereka tidak mengerti bahwa Aisyah dan Hafshah  sebagai istri Rasulullah SAW yang di sucikan, lihat ayat:
قال عَنْ عِكْرِمَةَ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ إِنَّمَا يُرِيْدُ اللهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ اْلبَيْتِ قَالَ نَزَلَتْ فِي نِسَاءِ النَّبِي صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ قَالَ عِكْرِمَةُ مَنْ شَاءَ بَاهَلْتُهُ إِنَّهَا نَزَلَتْ فِي نِسَاءِ النَّبِي صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَاصَّةً,
     Dari ikrimah dari Ibnu Abbas tentang ayat:
إِنَّمَا يُرِيْدُ اللهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ اْلبَيْتِ
Ia diturunkan untuk  istri – istri  Nabi , lalu  Ikrimah berkata ; Barang siapa  yang mau, aku ajak mubahalah > ia  di turunkan untuk  istri – istri Nabi    secara  husus, 

و حَدَّثَنِي سُرَيْجُ بْنُ يُونُسَ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ زَكَرِيَّاءَ بْنِ أَبِي زَائِدَةَ عَنْ أَبِيهِ ح و حَدَّثَنِي إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُوسَى حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي زَائِدَةَ ح و حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ حَنْبَلٍ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ زَكَرِيَّاءَ أَخْبَرَنِي أَبِي عَنْ مُصْعَبِ بْنِ شَيْبَةَ عَنْ صَفِيَّةَ بِنْتِ شَيْبَةَ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ خَرَجَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ غَدَاةٍ وَعَلَيْهِ مِرْطٌ مُرَحَّلٌ مِنْ شَعَرٍ أَسْوَدَ
…………….Dari Aisyah ra berkata: Nabi   keluar  pada suatu pagi dengan mengenakan  kain bergambar dari bulu hitam, ( Tanpa tambahan  kisah kemul kepada Ali, Hasan ……………………… 
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَمُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ نُمَيْرٍ وَاللَّفْظُ لِأَبِي بَكْرٍ قَالَا حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بِشْرٍ عَنْ زَكَرِيَّاءَ عَنْ مُصْعَبِ بْنِ شَيْبَةَ عَنْ صَفِيَّةَ بِنْتِ شَيْبَةَ قَالَتْ قَالَتْ عَائِشَةُ خَرَجَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ غَدَاةً وَعَلَيْهِ مِرْطٌ مُرَحَّلٌ مِنْ شَعْرٍ أَسْوَدَ فَجَاءَ الْحَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ فَأَدْخَلَهُ ثُمَّ جَاءَ الْحُسَيْنُ فَدَخَلَ مَعَهُ ثُمَّ جَاءَتْ فَاطِمَةُ فَأَدْخَلَهَا ثُمَّ جَاءَ عَلِيٌّ فَأَدْخَلَهُ ثُمَّ قَالَ إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمْ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا
………….Dari Aisyah ra berkata: Nabi   keluar pada suatu pagi dengan mengenskan kain bergaris hitam  dari bulu, lalu Hasan bin Ali datang  dan di masukkan ke dalam kain itu, lalu Husain datang dan di masukkan ke dalamnya, lalu Fatimah datang lalu  dimasukkan kedalamnya, lantas Ali, lalu di masukkan kepadanya  lalu beliau bersabda:
إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمْ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا
Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.

Dalam riwayat pertama perawi Zakariya tidak menjelaskan bahwa dia mendengar hadis tapi dia meriwayatkan  dengan kalimat  dari ………….
Pada  riwayat pertama yang di riwayatkan oleh anak Zakariya  tidak di jelaskan hadis menyelimuti keluarga  Ali
Namun dalam riwayat kedua yang  di riwayatkan oleh Muhammad bin Basyir mengetengahkan kisah menyelimuti keluarga Ali
Sudah jelas bahwa  Yahya bin Zakariya lebih  tepat hapalannya dan lebih mantap  di samping  anaknya  sendiri,
Bila anda berkata  tambahan  perawi terpercaya  bisa di terima, maka  bisa di jawab, benar begitu bila tambahannya sedikit, Tapi bila tambahannya  satu kisah yang sempurna, sudah tentu seorang perawi tidak akan lupa padanya, kecuali bila dia  syi`ah dan  ini jelas jauh karena Yahya adalah orang Kufah,
 
 Apakah mereka itu bodoh atau pura – pura bodoh  atau bukan orang alim ngaku alim, apakah mereka itu tidak paham bahwa Aisyah adalah ummahatul mukminin  sebagaimana ayat:
وَمَا كَانَ لَكُمْ أَنْ تُؤْذُوا رَسُولَ اللَّهِ وَلَا أَنْ تَنْكِحُوا أَزْوَاجَهُ مِنْ بَعْدِهِ أَبَدًاذَلِكُمْ كَانَ عِنْدَ اللَّهِ عَظِيمًا
Dan tidak boleh kamu menyakiti (hati) Rasulullah dan tidak (boleh) mengawini isteri-isterinya selama-lamanya sesudah ia wafat. Sesungguhnya perbuatan itu adalah amat besar (dosanya) di sisi Allah.[2]
   Bagaimana mereka ngaku senang kepada Rasulullah SAW dengan menyakiti istri – istrinya untuk membela Ali bin Abu Thalib. Pada hal selama hidupnya Ali tidak pernah menyatakan bahwa Aisyah di neraka Jahannam, begitu juga seluruh sahabat atau Rasulullah SAW sendiri.
 


[1] Namel 64
[2] Alahzab 53
Artikel Terkait

7 komentar:

  1. Syiah memang kafir, mereka mengkafirkan para Sahabat -rodhiyallohu'anhum- kecuali beberapa saja yang mereka anggap Islam. Apakah ada kesesatan yang lebih sesat daripada mengkafirkan kaum yang dijamin masuk surga???

    BalasHapus
  2. syiah memang telah keluar dari islam.....jadi waspadalah terhadap sekte sesat dan menyesatkan ini....

    BalasHapus
  3. assalamu'alaikum wr wb
    menurutku, untuk mengusir kesesatan/kemaksiatan di negeri ini sangat sulit karena kesesatan/kemaksiatan punya duit banyak sedang negeri ini mudah di suap dari aparat hingga keatas selama ada duit mereka akan melindungi kesesatan/kemaksiatan itu

    yang saya mau tanyakan, jika aparat saja tidak bisa amar ma'ruf nahi munkar, apakah kita yang harus memberantasnya??
    (dengan kata lain, di nasihati tidak bisa, maka kita lawan dengan tangan kita)
    dan bagaimana hukumnya?? tolong jelaskan

    BalasHapus
  4. Silahkan, karena ikut hadis:
    مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ اْلإِيمَانِ

    Barang siapa diantaramu melihat kemungkaran , robahlah dengan tangannya . Bila tidak mampu ,cukup dengan lidahnya . Bila tidak mampu cukup dengan hatinya dan itulah iman yang paling lemah. muttafaq alih

    BalasHapus
  5. tapi di indonesia jika kita menegakkan amar ma'ruf nahi munkar, maka tak sedikit dari kaum muslim akan mengatakan kalo kita, ISLAM GARIS KERAS dan ujung-ujungnya kita di fitnah sebagai teroris
    dan keluarga kita yang terkena imbasnya, dari pengucilan di masyarakat sampai penangkapan oleh densus

    oleh karena itu, sebaiknya apa yang harus kita lakukan, sedang kita ingin memberantas kemaksiatan yang merajalela???

    BalasHapus
  6. Untuk Brian Al-Huda, bila sampai dituduh teroris atau ditangkap sama Densus, maka sikapnya terlalu keras dan kurang jelas dalam memberikan keterangan. Al hamdulillah saya belum pernah di tangkap sama Densus atau dicurigai teroris.

    BalasHapus
  7. sekedar usul pak kyai, apakah nama surat dan no ayat tidak sebaiknya diletakkan di belakang nash jadi lebih enak untuk segera membuka qur`annya. suwun

    BalasHapus

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan