Selasa, November 22, 2011

Sidoarjo terancam siksa Allah, intropeksilah



SIDOARJO I SURYA Online - Penderita HIV/AIDS di Sidoarjo terus mengalami kenaikan. Setiap tahunnya hampir 100 orang lebih terjangkit penyakit mematikan itu. Data Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Sidoarjo dan LSM Yayasan Delta Crisis Center mencatat total penderita 691 orang terjangkit hingga September 2011.
Dari jumlah penderita yakbi 691 orang terbanyak berada di Kecamatan Sidoarjo berjumlah 174 orang, Kecamatan Waru mencapai 98 orang. Dari jumlah yang ada, sebanyak 253 disebabkan karena hubungan lawan jenis. Sedangkan 164 penderita karena penggunaan jarum suntik atau pengguna narkoba jenis putaw. Dari kalangan homoseksual sebanyak 43 orang dan 23 penderita akibat perinatal ibu ke anak. (Artinya, penyakit itu ditularkan ayah kemudian menurun ke ibu dan anak).
Sedangkan sebanyak , 208 orang tidak terdeteksi akibat tidak tahu penyebabnya seperti donor darah atau periksa gigi kemudian tertular. Jumlah penderita HIV/AIDS yang berjenis kelamin perempuan sebanyak 194 orang dan 70 persen ibu rumah tangga. “Kalangan yang tertular HIV/AIDS untuk pecandu narkoba (jarum suntik) umurnya 20 tahun sampai 40 tahun,” jelas Ferry Efendi, Pengelola Program dan Monitoring Evaluasi KPA Sidoarjo, Selasa (22/11/2011).
Tinggingnya kenaikan penderita , salah satu pemicunya adalah seks bebas, pecandu narkoba dan hubungan sesame jenis.  Sesuai data  KPA Sidoarjo dan Yayasan Delta Crisis Center, jumlah PSK di Sidoarjo sekitar 365 orang. Beberapa basis PSK liar itu ada di Kecamatan Porong, Krian, Candi, Tarik, Prambon dan Jabon. “Dalam satu kecamatan ada yang memiliki lebih dari satu tempat,” tutur Ferry.
Seperti, wilayah Kecamatan Krian ada tiga tempat prostitusi seperti Krengseng, Pasar Sapi dan Stasiun Krian dan jumlah PSK di tiga lokasi itu jumlahnya mencapai 110 PSK. Populasi PSK terbanyak berada di Kecamatan Porong yang memusatkan PSK nya di Tangkis Porong yang jumlahnya sekitar 150 PSK. Itu belum termasuk di wilayah Sidoarjo sendiri dan Jabon seperti Tlocor.
Sumber: http://www.surya.co.id/2011/11/22/tiap-tahun-100-orang-sidoarjo-terjangkit-hivaids
Komentarku ( Mahrus ali ):

   Sidoarjo harus mawas diri, jangan abaikan ancaman Allah  dalam kitab suciN ya, bukan ancaman di majalah, koran atau diktat. Ini ancaman dari al quran yang menyatakan:
لاَ يَأْتِيهِ الْبَاطِلُ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَلاَ مِنْ خَلْفِهِ تَنْزِيلٌ مِنْ حَكِيمٍ حَمِيدٍ
Yang tidak datang kepadanya (Al Qur’an) kebatilan baik dari depan maupun dari belakangnya, yang diturunkan dari Tuhan Yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji. Fusshilat 42/24.
  Sidoarjo di ancam karena banyak jalankan dosa besar, bukan dosa kecil saja, terbukti banyak penghuninya yang  terserang HIV.  Biasanya dari pelanggaran sexual- berupa perzinaan antara dua lawan jenis atau homosexual  dan dosa besar lainnya.
Ingatlah firmanNya sbb:
وَكَأَيِّنْ مِنْ قَرْيَةٍ عَتَتْ عَنْ أَمْرِ رَبِّهَا وَرُسُلِهِ فَحَاسَبْنَاهَا حِسَابًا شَدِيدًا وَعَذَّبْنَاهَا عَذَابًا نُكْرًا
Dan berapalah banyaknya (penduduk) negeri yang mendurhakai perintah Tuhan mereka dan rasul-rasul-Nya, maka Kami hisab penduduk negeri itu dengan hisab yang keras, dan Kami azab mereka dengan azab yang mengerikan.
أَهُمْ خَيْرٌ أَمْ قَوْمُ تُبَّعٍ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ أَهْلَكْنَاهُمْ إِنَّهُمْ كَانُوا مُجْرِمِينَ
Apakah mereka (kaum musyrikin) yang lebih baik ataukah kaum Tubba` dan orang orang yang sebelum mereka. Kami telah membinasakan mereka karena sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berdosa.
وَكَمْ قَصَمْنَا مِنْ قَرْيَةٍ كَانَتْ ظَالِمَةً وَأَنْشَأْنَا بَعْدَهَا قَوْمًا ءَاخَرِينَ
Dan berapa banyaknya (penduduk) negeri yang zalim yang telah Kami binasakan, dan Kami adakan sesudah mereka itu kaum yang lain (sebagai penggantinya).
وَكَذَلِكَ أَخْذُ رَبِّكَ إِذَا أَخَذَ الْقُرَى وَهِيَ ظَالِمَةٌ إِنَّ أَخْذَهُ أَلِيمٌ شَدِيدٌ
Dan begitulah azab Tuhanmu, apabila Dia mengazab penduduk negeri-negeri yang berbuat zalim. Sesungguhnya azab-Nya itu adalah sangat pedih lagi keras.
Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan