Al Qur an digital

Kamis, Desember 20, 2012

Kisah Karomah ulama Jawa








1.    Mbah Cholil Bangkalan, Madura.


Suatu ketika Habib Salim bin Jindan berselisih pendapat dengan seorang Ulama. Manakah pendapat yang paling shahih dalam membaca ayat "Maliki yaumiddin",
"maliki" -nya dibaca "maaliki (dengan memakai alif setelah mim), ataukah "maliki" (tanpa alif).

Karena tidak ada titik temu, akhirnya mereka sepakat untuk sama-sama datang ke Kiai Keramat, Waliyullah, Mbah Cholil Bangkalan.

Ketika itu mahaguru para Kiai Pulau Jawa itu sedang duduk di dalam mushalla. Saat rombongan Habib Salim bin Jindan sudah dekat ke nushalla, sontak saja Mbah Cholil berteriak: "Maaliki yaumiddin, yaa Habib ! Maaliki yaumiddin, yaa Habib ! " menyambut kedatangan Habib Jindan.

Tentu saja dengan ucapan selamat datang yang "aneh" itu, teratasilah persoalan tersebut.
Sumber: http://nevadea.blogspot.com/2011/06/kisah-karomah-ulama-jawa.html
Komentarku ( Mahrus ali): 
Mengapa tidak baca salam dulu, bukankah Allah berfirman:
تَحِيَّتُهُمْ يَوْمَ يَلْقَوْنَهُ سَلَامٌ وَأَعَدَّ لَهُمْ أَجْرًا كَرِيمًا
Salam penghormatan kepada mereka (orang-orang mu'min itu) pada hari mereka menemui-Nya ialah: "salam"; dan Dia menyediakan pahala yang mulia bagi mereka.( Al ahzab 44 )
           Baca an malaikat kepada penghuni surga  juga salam damai .
وَالْمَلَائِكَةُ يَدْخُلُونَ عَلَيْهِمْ مِنْ كُلِّ بَابٍ
sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu;  ( Arra`d 23 )
سَلَامٌ عَلَيْكُمْ بِمَا صَبَرْتُمْ فَنِعْمَ عُقْبَى الدَّارِ
(sambil mengucapkan): "Salamun `alaikum bima shabartum". Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu.( Arra`d 24 )
Kalau sekedar menebak lalu bisa di katakan wali, maka ini kekeliruan yang nyata bukan kebenaran yang samar. Ahirnya pesulap Deddy  corbuser bisa di katakan wali dan penegak sunnah dan pengubur bid`ah yang tidak bisa menebak di anggap rendah derajatnya bukan tinggi derajatnya. Pada hal dia mujahid.  Wali itu dilihat perbuatannya apakah anti kebid`ahan dan kesyirikan dan senang kepada tuntunan dan menegakkan tauhid untuk melenyapkan kesyirikan. Pokoknya takwanya tinggi dan kedurhakaannya bisa di bilang minim sekali. Pegangilah ayat Allah dan lepaskan ayat setan.
عَلاَمَاتُ اْلوِلاَيَةِ وَشُرُوْطُهَا بَيَّنَهَا اللهُ فِي قَوْلِهِ) أَلا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللهِ لا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلا هُمْ يَحْزَنُونَ * الَّذِينَ آمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ) فَهَذِهِ هِيَ عَلاَمَاتُ اْلوِلاَيَةِ وَشُرُوْطُهَا اْلإِيْمَانُ بِاللهِ وَتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ فَمَنْ كَانَ مُؤْمِنًا تَقِيًّا كَانَ ِللهِ وَلِيًّا أَمَّا مَنْ أَشْرَكَ بِهِ فَلَيْسَ بِوَلِيٍّ ِللهِ وَهُوَ عَدُوٌّ ِللهِ كَمَا قَالَ اللهُ تَعَالَى) مَنْ كَانَ عَدُوّاً ِللهِ وَمَلائِكَتِهِ وَرُسُلِهِ وَجِبْرِيلَ وَمِيكَالَ فَإِنَّ اللهَ عَدُوٌّ لِلْكَافِرِينَ) فَأَيُّ رَجُلٍ أَوِ امْرَأَةٍ يَدْعُو غَيْرَ اللهِ وَيَسْتَغِيْثُ بِغَيْرِ اللهِ فِيْمَا لاَ يَقْدِرُ عَلَيْهِ إِلاَّ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ فَإِنَّهُ مُشْرِكٌ كَافِرٌ وَلَيْسَ بِوَلِيٍّ ِللهِ وَلَوِ ادَّعَى ذَلِكَ بَلْ دَعْوَاهُ أَنَّهُ وَلِيٌّ مَعَ عَدَمِ تَوْحِيْدِهِ وِإِيْمَانِهِ وَتَقْوَاهُ دَعْوَةٌ كَاذِبَةٌ تُنَافِي اْلوِلاَيَةِ.
Tanda kewalian dan sarat – saratnya  di terangkan  dalam firman Allah :

أَلاَ إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللهِ لاَ خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلاَ  هُمْ يَحْزَنُونَ(62)الَّذِينَ ءَامَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ
Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.(Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa..
Jadi sarat wali dan tanda – tandanya  adalah iman kepada Allah  bertakwa  kepada Allah azza  wajal . Barang siapa beriman , bertakwa  maka termasuk wali . Adapun orang yang syirik , maka  bukan waliyullah . Dia adalah musuhnya   sebagaimana  Allah taala  berfirman  :
مَنْ كَانَ عَدُوًّا ِللهِ وَمَلاَئِكَتِهِ وَرُسُلِهِ وَجِبْرِيلَ وَمِيكَالَ فَإِنَّ اللهَ عَدُوٌّ لِلْكَافِرِينَ
Barangsiapa yang menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril dan Mikail, maka sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang kafir.
Setiap lelaki atau perempuan yang berdoa kepada selain Allah beristighosah kepada lainNya dalam hal yang hanya di kuasaiNya  ,sesungguhnya dia musrik kafir  dan bukan waliyullah  sekalipun dia mengaku demikian . Bahkan  pengakuannya bahwa dia wali sekapun  tanpa iman , tauhid  dan takwa adalah keliru dan bukan waliyullah .   


Dan kliklah 4 shared mp3 jangan di panahnya.
Artikel Terkait

1 komentar:

  1. gak usah ASSALAMUALAIKUM nek NGONO GANTI

    سَلَامٌ عَلَيْكُمْ بِمَا صَبَرْتُمْ فَنِعْمَ عُقْبَى الدَّارِ

    yok opo Gus,yai,syech,Cak,gok.....
    ya wes.....karepe dewe - dewe (tonggo dewe)

    komentari sebuah perbuatan dengan rasional...kita tidak apa yang dimaksudkan :
    kalau semua Bid'ah, atau sebutan EMOSIONAL Anda Mantan Kyai NU....ternyata anda masih CINTA dengan NU....
    Sebutan Ahli Bid'ah : adalah ungkapan kekecewaan anda terhadap semua perbuatan, dan ritual anda yang tidak berhasil dalam keinginan anda. (mohon maaf Suudzon)
    kapan bidah ada ?
    "Sholatlah kamu seperti Sholatku"
    selanjutnya : adakah penjelasan lebih detail tentang apa yang dibaca ? berapa kali ? qunut apa tidak ...kabiro apa allhumma bait...kalau itu sama sama punya dasaran haditsnya yang sama sokehnya : betapa indah aklak rosul dengan tidak membuat PATEN sebuah Bacaan...kecuali yang pernah dibaca dan dilakukan...(ngoten paling derek,Agus Ayyub (waru)

    BalasHapus

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan