Senin, Desember 17, 2012

Gur pinter ndongeng nulis lan moco




gur pinter ndongeng nulis lan moco
tembe mburine bakal sengsoro 2x
nanti hanya bisa mendongeng, menulis, dan membaca
pada akhirnya, akan sengsara (2x)

Komentarku ( Mahrus ali): 
Kalimat itu tak layak di katakan oleh orang yang berahlak rendah, apalagi ber ahlak tinggi. Kalimat itu ibarat panah yang dibidikkan kepada ulama ahli sariat semisal Bukhari, Muslim, Ibn Hajar, Nawawi, dan tokoh – tokoh ulama yang lain dan menjunjung ulama ahli tasawuf yang kebanyakan syirik menurut ahlis sunnah dan wali menurut ahli bid`ah.
Masak ulama di katakan pandai dongeng, nulis dan baca. Kalimat ini terkesan kurang elok, banyak jeleknya, ia bernada pelecehan kepada ulama sariat bukan menghurmati mereka. Ini biasa keluar dari kalangan orang – orang yang fanatik kepada tarekat dan tidak saya jumpai keluar dari kalangan ahlis sunah yang komitmen kepada Quran dan hadis.  Pada hal, Allah berfirman:
يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ ءَامَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ
 Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. [1]
إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ غَفُورٌ
Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa lagi Maha Pengampun.[2]

Pada hal, umat ini banyak mendapatkan pencerahan dari para ulama sariat itu setelah mereka di gelapkan dengan berbagai ajaran  orang – orang yang buta terhadap al Quran dan hadis. Ulama inilah yang selalu menganjurkaan umat agar berpegangan teguh dengan keduanya, dan melepaskan segala ajaran yang bertentangan dengannya. Apakah kitab – kitab yang ditulis oleh mereka dan ceramah – ceramah mereka dianggap  dongengan seribu satu malam. Nauudzu billah, semoga Allah memberikan hidayah kepadanya.

Dan kliklah 4 shared mp3 jangan di panahnya.
 





[1] Al Mujadilah 11.
[2]Fathir 28.
Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan