Ada hadis sbb:
عَنْ جَابِرٍ بْنِ سُلَيْمٍ قَالَ:
لَقِيْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ..فَقُلْتُ عَلَيْكَ
السَّلاَمُ، فَقَالَ: عَلَيْكَ السَّلاَمُ تَحِيَّةُ الْمَيِّتِ..!
Jabir bin Sulaim
berkata: Aku berjumpa dengan Rasulullah SAW, aku berkata: Alaikas salam, lalu beliau bersabda: Alaikas salam adalah
ucapan salam bagi orang mati. [1]
Ada sebagian orang
yang berpendapat bahwa mayat menjawab salam dengan hadis tsb, namun pendapat itu perlu di kaji ulang dan
tidak benar. Sebab maksudnya sebagaimana
komentar al Khotthobi sbb:
قَالَ الْخَطَّابِيُّ هَذَا يُوهِمُ
أَنَّ السُّنَّةَ فِي تَحِيَّةِ الْمَيِّتِ أَنْ يُقَالَ لَهُ عَلَيْك السَّلاَمُ
كَمَا يَفْعَلُهُ كَثِيرٌ مِنْ الْعَامَّةِ وَقَدْ ثَبَتَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى
الله ُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ دَخَلَ
الْمَقْبَرَةَ فَقَالَ: السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ دَارِ قَوْمٍ مُؤْمِنِينَ
فَقَدَّمَ الدُّعَاءَ عَلَى اِسْمِ الْمَدْعُوِّ لَهُ هُوَ فِي تَحِيَّةِ
اْلأَحْيَاءِ وَإِنَّمَا كَانَ ذَلِكَ الْقَوْلُ مِنْهُ إِشَارَةً إِلَى مَا
جَرَتْ بِهِ الْعَادَةُ مِنْهُمْ فِي تَحِيَّةِ اْلأَمْوَاتِ إِذْ كَانُوا
يُقَدِّمُونَ اِسْمَ الْمَيِّتِ عَلَى الدُّعَاءِ وَهُوَ مَذْكُورٌ فِي
أَشْعَارِهِمْ كَقَوْلِ الشَّاعِرِ: عَلَيْك سَلاَمُ اللهِ قَيْسَ بْنَ عَاصِمٍ
وَرَحْمَتُهُ إِنْ شَاءَ أَنْ يَتَرَحَّمَا وَكَقَوْلِ الشَّمَّاخِ: عَلَيْك
السَّلاَمُ مِنْ أَمِيرٍ وَبَارَكَتْ يَدُ اللهِ ذَلِكَ اْلأَدِيمَ الْمُمَزَّقَ
وَالسُّنَّةُ لاَ تَخْتَلِفُ فِي
تَحِيَّةِ اْلأَحْيَاءِ وَاْلأَمْوَاتِ بِدَلِيلِ حَدِيثِ أَبِي هُرَيْرَةَ
الَّذِي ذَكَرْنَاهُ وَالله ُ أَعْلَمُ اِنْتَهَى
Al khotthobi
berkata: Ini memberikan pengertian bahwa untuk salam kepada mayat adalah dengan alaikas salam sebagaimana
yang di lakukan kebanyakan orang
awam. Tapi dalam hadis sahih, Rasulullah
SAW sendiri pernah masuk kuburan, lalu
membaca:
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ
دَارِ قَوْمٍ مُؤْمِنِينَ
Beliau
mendahulukan mendoakan dan nama orang yang di doakan diakhirkan. Dan salam
seperti itu adalah salam untuk orang –
orang hidup.
Jadi sabda
Rasulullah SAW itu sebagai isarat
kebiasaannya dari kalangan mereka untuk salam pada mayat – mayat dengan mendahulukan nama mayat dari pada doa
dan hal itu di cantumkan dalam syair – syair mereka sebagaimana
perkataan seorang penyair:
عَلَيْك سَلاَمُ اللهِ قَيْسَ بْنَ
عَاصِمٍ وَرَحْمَتُهُ
إِنْ شَاءَ أَنْ يَتَرَحَّمَا
Untukmu
salam wahai qais bin Ashim
Dan
rahmatNya bila Dia hendak memberikan
rahmat.[2]
Syammakh juga
berkata:
عَلَيْك السَّلاَمُ مِنْ أَمِيرٍ
وَبَارَكَتْ يَدُ اللهِ ذَلِكَ اْلأَدِيمَ الْمُمَزَّقَ
Untukmu
salam dari amir, dan tangan Allah semoga memberkahi kulit yang robek – robek
itu.
Jadi menurut
hadis tidak ada perbedaan salam untuk
orang – orang hidup atau yang mati karena
ada hadis Abu Hurairah tadi [3]
Ibnul Qayyim
dalam kitab Tahdzib dan Ali Al Qari menyebutnya dalam kitab Al Mirqat 406,479
/2
Jadi sampai
sekarang saya belum menjumpai hadis yang pas yang menjelaskan bahwa mayat menjawab salam.
Al hafizh berkata dalam kitab al fath 5/11. Imam Nawawi berkata: Kami
telah meriwayatkan hadis alaikas salam adalah salam orang mati dalam sunan Abu Dawud dan Tirmidzi dan beliau
menyatakan sahih dan lainnya dengan
sanad – sanad yang sahih.
Saya katakan: Maksud dengan sanad
– sanad yang sahih seolah menunjukkan hadis tersebut mempunyai berbagai jalur
riwayat ke sahabat tersebut. Pada hal tidak begitu. Ia hanya di riwayatkan oleh
Abu Jurai. Walaupun demikian, permasalahannya adalah kepada perawi Abu
Tamimah Al Hujaimi dari Abu Jurai.
Imam Ahmad, Nasai dan Al Hakim
juga menyatakan hadis tsb sahih. Ia juga
tercantum dalam kitab Takhrij ahadisil
ihya` 443/ 4. Al albani menyatakan hadis
tsb sahih dalam sahihul jami` 7402
Ibnu Hajar al
hafizh berkata lagi 444/ 17 fathul bari
وَإِنَّمَا
مَعْنَى قَوْله " عَلَيْك السَّلاَم تَحِيَّة الْمَوْتَى " إِخْبَار
عَنْ الْوَاقِع لاَ عَنْ الشَّرْع ، أَيْ أَنَّ الشُّعَرَاء وَنَحْوهمْ يُحَيُّونَ
الْمَوْتَى بِهِ وَاسْتَشْهَدَ بِالْبَيْتِ الْمُتَقَدِّم وَفِيهِ مَا فِيهِ
Maksud alaikas
salam sebagai salam orang mati adalah
memberi kabar bahwa kenyataannya begitu
dan bukan menjelaskan syariat. ya`ni para penyair dan sesama mereka membaca
salam kepada orang – orang sudah mati
dengan cara seperti itu. Buktinya
syair tadi.
Ibnu Batthal
menyatakan hadis alaikas salam sebagai
salam orang mati tidak sahih. [4]
Artikel Terkait
hadis lemah
- Hadis lemah dari grup pakar ahli hadis
- Jawabanku untuk Ust Husni
- Hadis yg tafarrud adalah cacat
- Fanatik ke Imam Bukhari sebagaimana ahli fikih ke Imam Syafii adalah bahaya sekali
- Mengkompromikan ayat yg bertentangan dengan hadis jalan yg keliru
- Kisah pedét ajaib
- Prof Dr Muhibbin: Hadis Palsu dan Lemah dalam Sahih Bukhari
- Hadis - hadis lemah. Kajianku ke 61
- Tetangga empat puluh rumah
- Hadis - hadis lemah. Kajianku ke 60
- Hadis - hadis lemah - kajianku ke 59
- Hadis lemah ke 58
- Kelemahan hadis amal perbuatan terserah niatnya
- Hadis lemah ke 57
- Hadis lemah ke 56
- Hadis lemah ke 55
- Hadis lemah ke 55
- Hadis lemah ke 54
- Keturunan Rasul
- Hadis lemah dipegang atau dibuang
- Hadis lemah ke 53
- Hadis lemah ke 53
- Hadis populer tapi lemah ke 52
- Hadis - hadis populer tapi lemah ke 51
- hadis - hadis populer tapi lemah ke 50
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan