Senin, Desember 03, 2012

Ahlak yang mulia

 


OLEH FAIZAH


Kata sambutan
   Akhlak adalah adab seseorang. Apabila akhlak nya baik ,maka bisa menghiasi dirinya,oleh karena itu,  insyaAllah akan  saya sampaikan salah satu contoh akhlak  para Nabi.
 a}Adab terhadap sang pencipta .
b}Adab seorang dai.
c}Adab terhadap Tamu /tetangga}.

                             Adab terhadap sang pencipta.


Betapa halusnya bahasa dari do a yang di ucapkan oleh para Nabi ,meskipun dalam keadaan  ter timpa penderitaan, namun cara ber doa tidak lupa dengan menyebut Nama Allah yang agung .  Dengan demikian do’a  dikabulkan. dan penderitaan yang di alami oleh  Nabi Ayyub as langsung di hilangkan  .  .Sebagaimana yang telah di sebutkan dalam QS Al anbiya’83-84.                      

    
    وَأَيُّوبَ إِذْ نَادَى رَبَّهُ أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ(83)فَاسْتَجَبْنَا لَهُ فَكَشَفْنَا مَا بِهِ مِنْ ضُرٍّ وَءَاتَيْنَاهُ أَهْلَهُ وَمِثْلَهُمْ مَعَهُمْ رَحْمَةً مِنْ عِنْدِنَا وَذِكْرَى لِلْعَابِدِينَ(84)

dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Tuhannya: "(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang".
Maka Kamipun memperkenankan seruannya itu, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan Kami lipat gandakan bilangan mereka, sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Allah.


                Allah yang di Arasy langsung tanggap dengan pujian yang di ucapkan oleh Nabi.Ayyub as  .Inilah bahasa al qur an { sangat halus,  padahal maksud Nabi .Ayyub as minta di sembuhkan penyakitnya. Tapi beliau cukup  memuji dg sifat Arrahman dan mengadu  bahwa diriya termasuk orang yang ter timpa penderitaan/sakit.   
b}Adab Seorang da’i 
    Rasulullah saw adalah orang yang berhasil dalam da’wah,.beliau tidak pernah memaksa para sahabatnya. Beliau bersifat tawadhu’, menyampaikan sesuai dg apa yang di perintahkan kepadanya,dan bila ada yang durhaka,maka di perintah oleh Allah
{Katakanlah ”Sesungguhnya aku tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kamu kerjakan}. .Sebagaimana firman Allah ,QS Asysyuara’ 214-220. 

وَأَنْذِرْ عَشِيرَتَكَ الْأَقْرَبِينَ(214)وَاخْفِضْ جَنَاحَكَ لِمَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ(215)فَإِنْ عَصَوْكَ فَقُلْ إِنِّي بَرِيءٌ مِمَّا تَعْمَلُونَ(216)وَتَوَكَّلْ عَلَى الْعَزِيزِ الرَّحِيمِ(217)الَّذِي يَرَاكَ حِينَ تَقُومُ(218)وَتَقَلُّبَكَ فِي السَّاجِدِينَ(219)إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ(220)

Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat,
dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikutimu, yaitu orang-orang yang beriman.
Jika mereka mendurhakaimu maka katakanlah: "Sesungguhnya aku tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kamu kerjakan";
Dan bertawakkallah kepada (Allah) Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang,
Yang melihat kamu ketika kamu berdiri (untuk sembahyang),
dan (melihat pula) perobahan gerak badanmu di antara orang-orang yang sujud.
Sesungguhnya Dia adalah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

       Adab terhadap tamu.
                    Mendahulukan tamu dari pada dirinya serta keluarganya ,adalah perbuatan sahabat yang mulia ,sehingga Allah bangga{tertawa}terhadap perbuatan itu .lihat QS Al khasyer11 . 
وَالَّذِينَ تَبَوَّءُوا الدَّارَ وَالْإِيمَانَ مِنْ قَبْلِهِمْ يُحِبُّونَ مَنْ هَاجَرَ إِلَيْهِمْ وَلَا يَجِدُونَ فِي صُدُورِهِمْ حَاجَةً مِمَّا أُوتُوا وَيُؤْثِرُونَ عَلَى أَنْفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ وَمَنْ يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ(9)
Dan orang-orang yang telah menempati Kota Madinah dan telah beriman (Anshar) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah kepada mereka. Dan mereka tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (orang Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri. Sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu). Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung.

                      .             Ada Hadis yang memerintahkan agar memuliakan tetangga {.Apabila memasak kuah ,tambahkan air nya ,biar mereka ikut merasakannya }              jangan sampai menyakitinya..       


             Adapun cerita kakak yang mau membunuh adik nya {Yusuf} ,namun sebagian kakaknya ada yang bilang “Jangan di bunuh ,tapi buang saja ke sumur, biar di ambil oleh pedagang ,yg akhirnya  di jual dg harga yang sangat rendah, lihat  QS Yusuf 20.             
وَشَرَوْهُ بِثَمَنٍ بَخْسٍ دَرَاهِمَ مَعْدُودَةٍ وَكَانُوا فِيهِ مِنَ الزَّاهِدِينَ(20)
Dan mereka menjual Yusuf dengan harga yang murah, yaitu beberapa dirham saja, dan mereka merasa tidak tertarik hatinya kepada Yusuf.
          Atas kesabaran sang adik {Yusuf},Allah mengangkat derajatnya, sehingga beliau di angkat menjadi Nabi .Maka semua kakak-kakak nya   bersujud kepadanya.inilah ta’wil mimpi Nabi Yusuf ketika masih kanak-kanak {mimpi melihat sebelas bintang ,matahari dan bulan sama ber sujud kepadanya}..lihat QS Yusuf 4-5}     

إِذْ قَالَ يُوسُفُ لِأَبِيهِ يَاأَبَتِ إِنِّي رَأَيْتُ أَحَدَ عَشَرَ كَوْكَبًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ رَأَيْتُهُمْ لِي سَاجِدِينَ(4)قَالَ يَابُنَيَّ لَا تَقْصُصْ رُؤْيَاكَ عَلَى إِخْوَتِكَ فَيَكِيدُوا لَكَ كَيْدًا إِنَّ الشَّيْطَانَ لِلْإِنْسَانِ عَدُوٌّ مُبِينٌ(5)
(Ingatlah), ketika Yusuf berkata kepada ayahnya: "Wahai ayahku, sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas bintang, matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku."
Ayahnya berkata: "Hai anakku, janganlah kamu ceritakan mimpimu itu kepada saudara-saudaramu, maka mereka membuat makar (untuk membinasakan) mu. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia."
                       Mestinya kakak berbelas kasih kepada adik,dan adik menghormati kakak.                        .          
Allah sangat mencintai hambaNya yang mu’min dan mau ber amal salih . Buktinya, banyak ayat –ayat al qur an yang menjanjikan surga bagi mereka .Dialah termasuk orang paling ber adab ,karena mengerjakan sesuatu yang di senangi oleh Allah .Apakah yang mereka kerjakan dan siapakah mereka?
l Lihat   QS Ali Imran 113-114.       
لَيْسُوا سَوَاءً مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ أُمَّةٌ قَائِمَةٌ يَتْلُونَ ءَايَاتِ اللَّهِ ءَانَاءَ اللَّيْلِ وَهُمْ يَسْجُدُونَ(113)يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَأُولَئِكَ مِنَ الصَّالِحِينَ(114)
Mereka itu tidak sama; di antara Ahli Kitab itu ada golongan yang berlaku lurus, mereka membaca ayat-ayat Allah pada beberapa waktu di malam hari, sedang mereka juga bersujud (sembahyang).

Mereka beriman kepada Allah dan hari penghabisan mereka menyuruh kepada yang ma`ruf, dan mencegah dari yang munkar dan bersegera kepada (mengerjakan) berbagai  kebajikan; mereka itu termasuk orang-orang yang saleh.

               Ternyata 4 perbuatan tsb meiliki rahasia besar, antara lain  :1-Orang yang rajin salat dan membaca ayat-ayat Allah,jiwanya tenang ,tidak mudah di jerumuskan setan,mudah menjauhi kemungkaran.
   2-Bagi orang yang ber iman kepada Allah dan hari penghabisan mereka ,maka tidak mudah kufur dan menjual agama nya ,meskipun suka dan duka silih berganti.namun tetap tabah di saat susah, dan  tidak lengah ketika bahagia ..karena percaya bahwa semua perbuatan manusia akan menerima balasan.
      3-Orang yang mau amar ma’ruf nahi mungkar,dengan sendirinya, dia ber usaha memperbaiki dirinya dan keluarganya ,lebih rajin dalam ber  ibadah,dan banyak ber doa ,karena banyak  menyebut nama Allah dan  ber dzikir, bisa menguatkan mental seseorang.juga Rasulullah saw  sangat menganjurkan amar ma’ruf nahi mungkar ,karena Allah cemburu apabila ada orang mu’min yg berbuat kekharaman  .
    4-  Segera  mengerjakan kebaikan .Biasanya sifat ini ,di miliki  oleh orang-orang yang rajin ibadah ,senang kebaikan,lebih dekat kepada taqwa .         Mudah-mudahan kita bisa mengamalkan perbuatan yang di senangi oleh Allah .           Semoga ber manfaat dan bila terdapat khilaf mohon di beri tahu         . .{www.faizamahrus blogspot.com}
Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pesan yang baik, jangan emosional.Bila ingin mengkeritisi, pakailah dalil yang sahih.Dan identitasnya jelas. Komentar emosional, tidak ditayangkan